IBX585154878C21F

Tuesday, September 11, 2018

Apa Penyebab Utama Terjadinya Kelainan Tulang Belakang Lordosis?



Tulang Belakang


Secara teknis, kelainan tulang belakang bernama lordosis terjadi jika punggung bawah mengalami lengkungan berlebihan ke depan. Lordosis, menurut Dr. Wong Chung Chek, bisa berdampak serius terhadap leher serta punggung bawah Anda jika dibiarkan. Sebelum terjadi lordosis, kenali terlebih dahulu penyebab utamanya sebagaimana berikut.

Adanya Pergeseran Tulang Belakang
Pergeseran tulang belakang ini bisa timbul akibat terjadinya penonjolan terhadap inti diskus. Pada inti diskus, teksturnya cenderung lebih lembut dibandingkan sisi luarnya. Pada waktu anak-anak, bagian ini memiliki cairan yang cukup banyak. Namun seiring pertumbuhan usia hingga menua, produksi cairan tersebut mengalami penurunan.

Pada orang dewasa, sekitar usia 21-59 tahun, kemungkinan terjadi pergeseran tulang belakang ada 56%. Untuk 20%-nya akan timbul gejala seperti kram, kesemutan, serta nyeri punggung dan kaki. Sedangkan sisanya tidak mengalami gejala sama sekali.

Osteoporosis
Kondisi seseorang yang alami osteoporosis acapkali didapati penurunan terhadap kualitas kepadatan tulang. Jika Anda mengalami hal ini, tulang bisa jadi mudah keropos dan akhirnya retak-retak. Di Indonesia sendiri terdapat 90% penderita osteoporosis untuk wanita yang berusia antara 70-80 tahun. Data itu diambil pada tahun 2018.

Diskitis
Gejala diskitis muncul akibat infeksi yang terjadi pada cakram antar vertebra atau yang juga dikenal dengan cakram spons. Acapkali terjadi pada kalangan yang berusia dewasa. Dr Wong Chung Chek juga menyebutkan, bahwa kemungkinan gejala ini juga muncul pada anak-anak berusia antara 2-7 tahun.

Namun untuk lansia, diskitis jarang sekali terjadi. Hal itu dikarenakan cakram kaum lansia yang mengecil, kurang begitu kenyal, dan tidak mengalami peradangan ketika usianya bertambah tua lagi. Anak-anak yang mengalami diskitis akan kesulitan saat menekuk tulang belakang. Bahkan bisa terasa sakit dan diiringi sakit kepala serta demam ringan.

Distrofi Otot
Sebagai dokter spesialis tulang belakang, Dokter Wong Chung juga mencermati penyebab lordosis akibat distrofi pada otot. Kelainan ini muncul akibat hilangnya berat otot dan mampu menghilangkan kekuatan yang cukup serius. Seseorang yang mengalami distrofi otot akan sulit berjalan, mengangkat kaki depan, serta mudah jatuh.

Jika distrofi otot terjadi pada anak-anak, di usia 12 tahun, kebanyakan dari mereka diharuskan berjalan dengan kursi roda. Soalnya kalau beraktivitas terlalu serius bisa menyebabkan gangguan pada jantung dan bisa mengancam kehidupannya.

Achondroplasia
Lordosis juga bisa disebabkan oleh faktor gangguan tumbuhnya tulang dan ditandai dengan tubuh yang kerdil. Setiap penderita kelainan tulang belakang ini seringkali memiliki ukuran lengan dan tungkai yang pendek. Namun hal itu tidak mempengaruhi tingkat intelegensia mereka sama sekali. Penyebab utamanya karena mutasi turunan dari orang tua (gen).

Bisa dilihat, bahwa kelainan tulang belakang lordosis itu merupakan penumpukan atas kelainan-kelainan lainnya. Setiap dokter spesialis tulang belakang sepakat, bahwa lordosis merupakan penyakit serius dan harus segera ditangani. Jika Anda memerlukan konsultasi terkait operasi dan lain-lain, silakan hubungi Dokter Wong Chung.

No comments:

Post a Comment