Friday, July 12, 2019

Hidup Sebatang Kara, Ibu Trinem Tidak Putus Asa Untuk Tetap Bisa Umroh

Ibu Trinem

Menjalani kehidupan sebatang kara dengan hanya mendiami rumah kayu sederhana, tentu tidaklah mudah, terkadang rasa sepi menghampiri kehidupan perempuan bernama Trinem ini. Tidak adanya keluarga dekat seperti anak, cucu atau saudara membuat kehidupan ibu Trinem terasa semakin sulit, terlebih jika pada kondisi terdesak dan perlu bantuan. Untunglah, tetangga dekat rumahnya ada yang berbaik hati dan ringan tangan dalam menolong. 

Dibalik kehidupannya yang sederhana dan nyaris tanpa penghasilan yang pasti, terbersit dalam hatinya untuk bisa menunaikan ibadah umroh. Keinginan ini bukan tanpa sebab, rasa rindunya untuk bertamu ke rumah Allah serta melihat ka’bah langsung menjadi alasan utama mengapa ia begitu ingin pergi ke Mekkah. 

Menjelang hari raya Idul Adha atau yang biasa dikenal juga dengan hari raya haji ini, menjadikan keinginannya untuk pergi umroh kembali hadir dalam hatinya. Beberapa orang yang ia kenal mendapat keberuntungan bisa pergi haji, sedangkan ia sekedar untuk berangkat umroh saja rasanya masih jauh. Bagaimana tidak? kehidupannya yang sederhana tanpa adanya penghasilan tetap layaknya orang yang bergajih membuat ia minder dan hanya bisa memendam rasa serta impian untuk segera pergi umroh.

Ibu Trinem hanyalah salah satu dari jutaan umat muslim di dunia yang berkeinginan untuk bisa menunaikan ibadah umroh tanpa tahu kapan bisa berangkat. Masalah ekonomi dan mahalnya biaya perjalanan ibadah umroh masih menjadi alasan utama bagi banyak orang. Meski terkadang, ada beberapa travel yang memberikan harga diskon untuk paket umroh, namun sepertinya harga yang ditawarkan masih terbilang mahal bagi sebagian orang, khususnya untuk orang-orang seperti ibu Trinem.

Jika ibadah seperti sholat, mengaji, puasa, haji dan umroh bersifat individual, maka pada ibadah lain ada yang bersifat muamalah, sebut saja misalnya sedekah, infaq, zakat dan wakaf. Sedekah adalah bentuk pemberian kepada orang dengan suka rela dalam beragam bentuk, bisa uang, jasa, harta bahkan dengan senyuman tulus ikhlas kepada orang lain juga dapat dikatakan sebagai sedekah. Berbeda dengan wakaf, dimana pada penyelenggaraannya perlu sesuatu yang berdaya guna dan memiliki manfaat jangka panjang misalnya sepetak tanah. Masih banyak orang yang belum memahami dengan baik bagaimana cara berwakaf yang benar, untunglah saat ini sudah ada asuransi wakaf  yang memudahkan siapa saja yang ingin berwakaf dengan teratur. Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan dengan mengikuti asuransi wakaf diantaranya adalah pengelolaan yang baik, amanah, mudah dalam proses dan yang paling penting adalah mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat secara luas. 

No comments:

Post a Comment